Halaman

Jumat, 16 September 2016

Kebohongan Teori Darwin



BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
S
ebagian orang yang pernah mendengar “Teori Evolusi” atau “Darwinisme” mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikitpun dalam kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini lebih dari sekedar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia.
            Filsafat tersebut adalah “materialisme”, yang mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul dimuka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun yang tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialis mengingkari keberadaan sang pencipta, yaitu Allah. Dengan mereduksi segala sesuatu ke tingkat materi, Teori ini mengubah manusia menjadi makhluk yang berorientasi kepada meteri dan berpaling dari nilai-nilai moral. Ini adalah awal dari bencana besar yang akan menimpa hidup manusia.
            Kerusakan ajaran materialisme tidak hanya terbatas pada tingkat individu. Ajaran ini juga mengarah untuk meruntuhkan nilai-nilai dasar suata negara dan masyarakat dan menciptakan sebuah masyarakat tanpa jiwa dan rasa sensitif, yang hanya memperhatikan aspek materi. Anggota masyarakat yang demikian tidak akan  pernah memilki idealisme seperti patriotisme, cinta bangsa, keadilan, loyalitas, kejujuran, pengorbanan, kehormatan atau moral yang baik, sehingga tatanan sosial yang dibangunnya pasti akan hancur dalam waktu yang singkat. Karena itulah, materialisme menjadi salah sastu ancaman paling berat terhadap nilai-nilaiyang mendasari tatanan politik dan sosial suatu bangsa.
            Disisi lain Teori evolusi ialah satu-satunya teori yang telah menyelusup ke segenap aspek ilmu pengetahuan . Konsepnya sendiri yang mengandung implikasi bahwa dunia ini tidaklah statis tetapi terus berubah dan bahwa spisies kita adalah produk evolusi tak terelakan lagi telah mengubah pandangan dan pemahaman manusia terhadap alam, dan terhadap dirinya sendiri.

1.2 Rumusan Masalah
            Di abad yang modern ini teori evolusi sudah menyebar luas dikalangan orang terpelajar bahkan teori ini pun telah menjadi dasar filsafat pemikiran maka tidak heran lagi bahwa teori ini telah menjadi kurikulum pembelajaran di sekolah-sekolah bahkan di universitas perguruan tinggi sekalipun.
            Namun tidak sedikit pula ilmuan-ilmuan yang membantah tentang teori ini karena teori ini sangat bertentangan dengan agama salah satu yaitu Islam didalam kitab suci Al-qur’an hal ini sangalah dibantah

1. Bagaimanakah Konsep Evolusi Menurut Charles Darwin ?
2. Apakah Teori Evolusi Adalah Sebuah Kebohongan ?
3. Apakah Seluruh Makhluk Hidup Adalah Ciptaan ?
4. Apakah Nabi Adam Adalah Manusia Pertama di Bumi & Apa Dalil-Nya ?


1.3 Tujuan Penulisan
            Ingin mengetahui sekaligus membuktikan bahwasannya hakekat makhluk hidup di dunia ini adalah suatu ciptaan dan bukan evolusi, seperti yang Sebagaimana  diterangkan dalam teori evolusi yaitu makhluk hidup berkembang melalui cara berevolusi. Dengan pemaham ini sangat berbahaya karena dapat menggoncangkan iman, seperti keberadaan tuhan, keesaannya, dan hari akhirat dan juga dapat menunjukan dasar-dasar dan karya-karya sesat dari sistem-sistem tak bertuhan.

1.4 Kegunaan penulis
            Dengan penulisan makalah ini kita dapat mengetahui konsep-konsep teori darwin tentang evolusi serta bukti-bukti untuk memperkuat teori tersebut, Dan dengan penulisan makalah ini kita membuktikan bahwa islam sangat bertentangan dengan teori ini karena pada hakekatnya manusia diciptakan oleh Allah untuk bersujud kepadanya.
 Dilain kita membahas teori ini, semoga ini bisa menjadi masukan dikalangan masyarakat luas dan kita juga dapat mengambil kebijakan, karena pehaman ini sudah mengganggu  akidah kita dalam beragama.  
 



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pembahasan Umum
            Akar pemikiran evolusionis muncul sezaman dengan keyakinan dogmatis yang berusaha keras mengingkari penciptaan. Mayoritas filsuf penganut pagan[1] dizaman yunani kuno mempertahankan gagasan evolusi. Jika mengamati sejarah filsafat, kita akan melihat bahwa gagasan evolusi telah menompang banyak filsafat pagan
            Akan tetapi bukan filsafat pagan kuno ini yang telah berperan penting dalam kelahiran dan perkembangan ilmu pengetahuan modern, melainkan keimanan kepada tuhan, Pada umumnya mereka yamg memelopoi ilmu pengetahuan modern mempercayai keberadaannya. Seraya mempelajari ilmu pengetahuan, mereka berusaha menyingkap rahasia jagat raya yang telah diciptakan tuhan dan mengungkapkan hukum-hukum dan detail-detail dalam penciptaannya. Ahli Astronomi seperti Leonardo da vinci, Corpernicus, Keppler dan Galileo; bapak paleontologi, Cuvier, Perintis botani dan zoologi, Linnaeus; dan Issac Newton, yang di juluki sebagai “ilmuan terbesar yang pernah ada”, semua mempelajari ilmu pengetahuan dengan tidak hanya menyakini keberadaan tuhan, tetapi juga bahwa keseluruhan alam semesta adalah hasil ciptaannya.
            Teori evolusi merupakan buah hasil pemikiran meterialistis yang muncul bersamaan dengan kebangkitan filsafat-filsafat materialistis kuno dan kemudian menyebar luas di abad ke-19. Seperti telah disebutkan sebelum-nya, paham meterialisme berusaha menjelaskan alam semesta melalui faktor-faktor materi. Karena menolak penciptaan, pandangan ini menyatakan bahwa segala sesuatu, hidup ataupun tak hidup, muncul tidak melalui penciptaan tetapi dari sebuah peristiwa kebetulan yang kemudian mencapai kondisi teratur. Akan tetapi, akal manusia sedemikian terstruktur sehingga mampu memahami keberadaan sebuah kehendak yang mengatur dimanapun ia menemukan keteraturan. Filsafat materialistis, yang bertentangan dengan karakteristik paling mendasar akal manusia ini, memunculkan “teori evolusi” di pertengahan abad ke-19.[2]
            Albert Einstein, yang dianggap sebagai orang yang paling jenius dizaman kita, adalah seorang ilmuan yang mempercayai tuhan dan menyatakan, “saya tidak bisa membayangkan ada ilmuan sejati tanpa keimanan mendalam seperti itu. Ibaratnya: ilmu pengetahuan tanpa agama akan pincang”.


2.2 Pembahasan Khusus
            Problematika yang dialami oleh sebagian umat islam saat ini diantaranya adalah munculnya semacam kebingungan ketika hasil penemuan sains tampaknya bertentangan dengan Al-qur’an, lalu muncullah upaya menginterprestasikan ayat-ayat Al-qur’an agar sesuai dengan pernyataan sains.
            Penciptaan makhluk hidup oleh tuhan (sebagai Al-kholik), dalam pandangan pada umumnya umat islam, merupakan suatu mukjizat, karena proses yang terjadi merupakan suatu yang luar biasa, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh manusia, makhluk yang dikaruniai akal, dalam zaman modern dan kemajuan sains dan teknologi tercanggih sekalipun, apa lagi pada makhluk lainya atau oleh alam yang relatif “tidak berakal”. Selain itu, disebut sebuah mukjizat, karena ketika menciptakan berbagai hal, termasuk makhluk hidup, Allah SWT hanya cukup berfirman “Kun fa yakun”, jadi maka jadilah. Pengertian “fa” memang oleh beberapa pandangan diartikan sebagai melalui suatu proses yang boleh jadi memakan waktu panjang, artinya tidak mesti terjadi seketika. Tetapi, kalaupun itu sesuatu yang terjadi dengan langsung, bukankah maha kuasa atas segala sesuatu ? tidak terbatas atau dibatasi oleh ruang dan waktu. Fenomena kehidupan itu sendiri merupakan suatu mukjizat, mengingat begitu kompleksnya fenomena kehidupan bahkan yang terjadi dalam satu sel sekalipun. Alam, manusia adalah makhluk yang tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan yang tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada.[3]
            Walaupun manusia berasal dari materialam dan dari kehidupan yang terdapat didalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainya dengan perbedaan yang sangat besar karena adanya karunia Allah yang diberikan kepadanya yaitu akal dan pemahaman. Itulah sebab dari adanya penundukkan semua yang ada dialam ini untuk manusia, sebagai rahmat dan karunia dari    Allah SWT. (“Allah telah menundukkan bagi kalian matahari dan bulan yang terus menerus beredar. Dia juga telah menundukkan bagi kalian malam dan siang”)  (Q.S. Ibrahim: 33), dalam ayat ini menjelaskan apa yang telah Allah karuniakan kepada manusia berupa akal dan pemahaman serta derivat (turunan) dari apa-apa yang telah Allah tundukkan bagi manusia itu sehingga merka dapat memanfaatkannya sesuai dengan keinginan mereka, dengan berbagai cara yang mampu mereka lakukan.
            Kedudukan akal dalam Islam adalah merupakan suatu kelebihan yang berikan Allah kepada manusia dibandingkan dengan makhluk-makhluk nya yang lain. Dengannya, manusia dapat membuat hal-hal yang dapat mempermudah urusan mereka di dunia.


2.2.1. Pengertian Tentang Evolusi Menurut Darwin.
            Evolusi adalah proses peerubahan makhluk hidup seiring dengan berjalannya waktu, sehingga terbentuk spesies baru. Evolusi adalah pusat bagi biologi modern dan penting bagi sains-sains lainnya. Namun, ketika diperkenalkan pertama kalinya pada tahun 1850-an, konsep evolusi mengejutkan banyak orang karena konsep itu bertentangan dengan pandangan tntang bagaimana kehidupan di bumi berawal yang telah lama diterima secara luas.

A.Sejarah Singkat Teori Evolusi.
AHLI ILMU ALAM INGGRIS
            Charles Darwin (1809-1882) mengembangkan teori evolusinya setelah berlayar mengelilingi dunia dengan kapal HMS Beagle. Darwin menyimpan rapat-rapat gagasan itu selama bertahun-tahun. Akhirnya,  dia menerbitkan sebuah buku yang dikenal sebagai buku “The Origin of Spesies” (Asal-Usul Spesies) pada tahun 1859.
            Darwin bersikukuh bahwa spesies (jenis organisme) berevolusi memlalui suatu proses yang disebut dengan seleksi alam. Darwin menyadari bahwa jumlah makhluk hidup baru dilahirkan lebuh banyak daripada jumlah yang bertahan hidup, sehingga makhluk hidup harus berjuang untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Dia juga menyadari bahwa individual yang berhasil hidup, besar kemungkinannya akan memiliki lebih banyak keturunan dari pada pesaingnya. Keturunanya mewarisi sifat-sifat unggul mereka, dan mempunyai anak. Dari generasi ke generasi, semakin banyak individu dalam suatu populasi akan mewariskan sifat-sifat unggulnya. Melalui proses ini, spesies-spesies berubah dan spesies-spesies baru berevolusi.
            Fosil[4] memberikan bukti penting dalam teori evolusi, catatan-catatan fosil menunjukan bahwa makhluk hidup sudah ada dibumi selama lebih dari 3,5 miliar tahun. Kehidupan mungkin berawal dari samudra. Bentuk-bentuk kehidupan sedarhana yang mirip bakteri, telah berevolusi selama bertahun-tahun menjadi makhluk yang lebih kompleks. Selama jutaan tahun, segala jenis makhluk hidup yang kita kenal sekarang telah berevolusi. Sementara ribuan lainnya telah punah. Hanya sebagian kecil dari keseluruhan spesies Bumi yang masih bertahan sampai hari ini.[5]
           



B. Rasisme Darwin
                Salah satu aspek diri darwin yang terpenting namun tidak banyak diketahui adalah pandangan rasisnya. Darwin menganggap orang-orang kulit putih Eropa lebih “maju” dibandingkan ras-ras manusia lainnya. Selain beranggapan bahwa manusia adalah makhluk mirip kera yangtelah berevolusi Darwin juga berpendapat bahwa beberapa ras manusia berkembang lebih maju dibandingkan ras-ras lain, dan ras-ras terbelakang ini masih memiliki sifat kera. Dlam bukunya The Descent of Man yang diterbitkannya setelah The Origin of Species, dengan berani ia berkomentar tentang “perbedaan-perbedaan besar antara manusia dari beragam ras”. Dalam bukunya tersebut, Darwin berpendapat bahwa orang-orang kulit hitam dan orang Aborigin Australia sama dengan gorila, dan berkesimpulan bahwa mereka lambat laun akan “disingkirkan” oleh “ras-ras beradab”. Ia berkata: “Dimasa mendatang tidak sampai berabad-abad lagi, ras-ras manusia beradab hampir dipastikan akan memusnahkan dan menggantikan ras-ras biadab diseluruh dunia. Pada saat yang sama,                              kera-kera antro-pomorfus (menyerupai manusia).... tak diragukan lagi akan musnah. Selanjutnya jarak antara manusia dengan padanan terdekat akan lebih lebar, karena jarak ini akan memisahkan manusia dalam keadaan yang lebih beradab, kita dapat berharap bahkan lebih dari Kaukasian, dengan jenis-jenis kera serendah babun, tidak seperti sekarang yang hanya memisahkan negro atau penduduk asli Australia dengan gorila”[6]
            Pendapat-pendapat darwin yang tidak masuk akal ini tidak hanya dijadikan teori, tetapi juga diposisiskan sebagai “dasar ilmiah” paling penting bagi rasisme. Dengan asumsi bahwa makhluk hidup berevolusi ketika berjuang mempertahankan hidup, Darwinisme bahkan dimasukkan kedalam ilmu-ilmu sosial, dan dijadikan sebuah konsep yang kemudian dinamakan “Darwinisme sosial”.
            Darwinisme sosial berpendapat bahwa ras-ras manusia berada pada tingkatan berbeda-beda pada “tangga evolusi”, dan ras-ras Eropa adalah yang paling “maju” diantara semua ras, sedangkan ras-ras Lin Msih memiliki ciri-ciri “kera”.





2.2.2 Evolusi Adalah Sebuah Kebohongan
A. Kebohongan yang Terbungkus Rapih
            Kaum evolusionis mendapat keuntungan dari program “cuci otak” media. Banyak orang percaya begitu saja pada evolusi tanpa merasa perlu bertanya “bagaimana” dan “mengapa”. Ini berarti evolusionis dapat mengemas kebohongan-kebohongan mereka sedemikian rupa sehingga mampu meyakinkan orang dengan mudah.
            Sebagai contoh, bahkan dalam buku evolusionis paling “ilmiah”, “transisi dari air ke darat” yang merupakan fenomena yang konyol. Menurut teori evolusi, kehidupan berawal di air dan hewan yang pertama berkembang adalah ikan. Teori ini mengatakan bahwa pada suatu masa ikan-ikan ini meloncat ke darat karena suatu alasan (acap kali, kemarau dijadikan alasan), dan ikan-ikan yang memutuskan untuk hidup didarat kemudian memiliki kaki dan paru-paru, bukan sirip dan insang.
            Kebanyakan buku evolusionis tidak menjawab pertanyaan “bagaimana” dalam suatu pokok bahasan. Bahkan dalam sumber paling “ilmiah” pun, kejanggalan pernyataan mereka ditutupi dengan kalimat seperti “peralihan dari air ke darat akhirnya terjadi”.
B. Teori Evolusi Telah Runtuh
            Sejak langkah pertamanya, teori evolusi telah gagal. Buktinya, evolusionisnya tidak mampu menjelaskan proses pembentukan satu protein pun. Baik hukum probabilitas maupun hukum fisika dan kimia tidak memberikan peluang sama sekali bagi pembentukan kehidupan secara kebetulan.
            Bila satu protein saja tidak dapat terbentuk secara kebetulan, apakah masuk akal jika jutaan protein menyatukan diri membentuk sel, lalu miliyaran sel secara kebetulan pula menyatukan diri membentukan organ-organ hidup, lalu membentuk ikan, kemudian ikam beralih ke darat, menjadi reptil, dan akhirnya burung? Begitukah cara jutaan spesies dibumi terbentuk?
            Meskipun tidak masuk akal bagi anda, evolusionis benar-benar meyakini dongeng ini.
            Evolusionis lebih merupakan sebuah kepercayaan atau tepatnya keyakinan karena mereka tidak mempunyai bukti satu pun untuk cerita mereka. Mereka tidak pernah menemukan satupun bentuk peralihan seperti makhluk setengah ikan setengah reptil, atau makhluk setengah reptil setengah burung. Mereka pun tidak mampu membuktikan bahwa satu protein, atau bahkan satu molekul asam amino penyusun protein dapat terbentuk dalam kondisi yang mereka sebut sebagai kondisi bumi purba. Bahkan dalam laboratorium yang canggih, mereka tidak berhasil membentuk protein.[7] Sebaliknya, melalui seluruh upaya mereka, evolusionis sendiri malah menunjukan bahwa proses evolusi tidak dapat dan tidak pernah terjadi di bumi ini.
2.2.3 Fakta Penciptaan
            Pada bagian-bagian sebelumnya, kita telah membahas mengapa teori evolusi menyatakan bahwa kehidupan tidak diciptakan, adalah kebohongan yang bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah. Ilmu pengetahuan modern telah mengungkap fakta yang sangat jelas melalui cabang-cabang ilmunya, seperti paleontologi, biokimia dan ilmu astronomi. Fakta ini adalah: semua makhluk hidup diciptakan oleh Allah SWT.
            Sebenanya, untuk melihat fakta ini orang tidak perlu merujuk pada hasil-hasil penelitian yang rumit dari laboratorium biokimia ataupun penggalian geologis. Tanda-tanda kebijaksanaan yang luar biasa tampak pada setiap makhluk hidup yang kita lihat.
A. Proses Pembentukan Manusia Dalam Al-qur’an
            Allah SWT berfirman:
نَحْنُ خَلَقْنَاقُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ (57) اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَمْنُوْنَ (58) ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهُ اَمْ نَحْنُ الخَالِقُوْنَ (59)
Artinya: “Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (57) Adakah kamu perhatikan (benih manusia) yang kamu pancarkan (58) Kamukah yang menciptakannya? Ataukah kami yang menciptakanya”[8]
            Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan di dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya.
            Beberapa di antaranya sebagainya sebagai berikut:
Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya (spermazoa) sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi, janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah, manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap didalam rahim.
            Orang-orang yang hidup pada zaman dikala Al qur’an diturunkan, pasti mengetahui bahwa bahan dasar kelahiran berhubungan dengan mani laki-laki yang terpancar selama berhubungan. Fakta bahwa bayi lahir sesudah jangka waktu sembilan bulan tentu saja merupakan peristiwa yang gamblang dan tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut.[9]
B. Allah Menciptakan Menurut Kehendaknya 
            Apakah akan menjadi masalah jika skenario yang diajukan teori evolusionis benar-benar terjadi? Sedikitpun tidak, karena setiap tahapan yang diajukan teori evolusioner dan berdasarkan konsep kebetulan, hanya dapat terjadi karena suatu keajaiban. Bahkan jika kehidupan benar-benar muncul secara berangsur-angsur melalui tahapan demikian, masing-masing tahap hanya dapat dimunculkan oleh suatu keinginan saddar. Kejadian kebetulan bukan hanya tidak masuk akal, melainkan juga mustahil.
            Logika serupa berlaku juga pada seluruh hipotesis yang diusulkan oleh evolusionis. Misalnya tidak ada bukti paleontologis maupun secara pembenaran fisika, kimia, biologi, atau logika yang membuktikan bahwa ikan beralih dari air ke darat dadn menjadi hewan darat. Akan tetapi, jika seseorang membuat pernyataan bahwa ikan merangkak ke darat dan berubah menjadi reptil, maka dia pun harus menerima keberadaan pencipta yang mampu membuat apapun yang dikehendakinya dengan hanya mengatakan “jadilah”
             Kenyataan telah jelas dan terbukti. Seluruh kehidupan merupakan karya agung yang dirancang sempurna. Ini selanjutnya memberikan bukti lengkap bagi keberadaan pencipta, Pemilik kekuatan, pengatahuan, ddan kecerdasanyang tak terhingga.
2.2.4 Nabi Adam Sebagai Manusia Pertama          
            Nabi Adam adalah manusia yang pertama kali diciptakan oleh nenek moyang seluruh manusia. Sebelum menciptakan nabi Adam. Allah memberitahu kepada malaikat. Aku hendak menciptakan manusia sebagai pengatur dimuka bumi. Malaikat berkata “ Apakah manusia yang Engkau ciptakan untuk mengatur bumi, ya tuhan kami ? Bukankah manusia itu nantinya akan merusak bumi dan menumpahkan darah serta saling membunuh ?”. Kemudian Allah berfirman, “Aku lebih mengetahui apa yang kamu tidak mengetahuinya” . Pada hari yang telah ditentukan, Allah menciptakan Nabi Adam dari segumpal tanah liat yang kering. Kemudian Allah meniupkan roh kedalamnya. Adam pun menggerakkan mata dan berfungsilah jantung dan paru-paru Adam. Itulah penciptaan manusia pertama kali.[10]
Salah satu ayat yang mengisahkan tentang penciptaan nabi Adam yaitu:


Allah berfirman :
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيْفَةً, قَالُوْا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيُسْفِكُ الدِّمَاءَ, وَ نَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَ نُقَدِّسُ لَكَ, قَالَ إِنِّي اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ.
Artinya: “ Ingatlah Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku  hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata, “Mengapa Engkau Mebgapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) dibumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau? Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui pap yang kamu tidak ketahui”.[11]
            Asal-Usul manusia menurut pandangan agama sangatlah bertentangan dengan apa yang telah ditemukan oleh para pencetus dan pendukung evolusi. Charles Darwin sebagai pencetus teori evolusi berpendapat bahwamakhluk hidup termasuk juga manusia, adalah berasal dari evolusi atau perubahan-perubahan makhluk sebelumnya yang memiliki kemampuan sederhana. Perubahan-perubahan tersebut membuat kemampuan manusia menjadi lebih sempurna. Pendapat ini ditunjang oleh ditemukanya beberapa ffakta Ilimah seperti fosil dari manusia purba seperti Meghanthropus dan Pitheccanthropus diberbagai daerah.
Disisi lain, hampir semua agama didunia menentang mendapat ini, Penentangan itu terjadi karena pemikiran meraka didasarkan pada berita-berita dan informasi dalam kitab sucinya masing-masing. Salah satu dari kitab suci tersebut adalah   Al-qur’an. AL-qur’an sebagai kitab suci agama Islam menyebutkan beberapa proses kejadian manusia yang lebih rinci dan jelas.
A. 3 Kejadian dan Asal-Usul Manusia Menurut Islam
            Al-qur’an mejelaskan beberapa tahapan dalam proses kejadian dan asal-usul manusia secara rinci. Yaitu:
1. Kejadian dan asal-usul manusia pertama yang berarti pula proses penciptaan Adam diawali oleh pembentukan fisik dengan membuatnya langsung dari tanah yanh kering yang kemudian ditiupkan ruh kedalamnya sehingga dia hidup.
Keterangan tersebut sesuai dengan hadist riwayat Tirmidzi, dimana     Nabi SAW bersabda
“Sesungguhnya Allah menciptakan Adam as dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh bagian bumi, maka anak cucu Adam pun seprti itu, sebagian ada yang baik dan buruk, ada yang mudah (lembut) dan kasar dan sebagainya.
2. Allah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasang. Begitupun dengan manusia, Adam yang diciptakan hendak dipasangkan oleh Allah dengan lawan jenisnya yang diciptakan dari tulang rusuk Adam, yaitu siti Hawa. Keterangan tersebut sesuai dengan firman Allah:
 “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari jiwa yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-nya kamu saling meminta satu samalain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjagadan mengawasi kamu”[12]
3. Kejadian dan asal-usul manusia ketiga terkait dengan proses kejadian seluruh umat keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa (kecuali Isa, AS.) proses kejadian manusia yang disebutkan dalam Al-qur’an ternyata setelah dewasa ini dapat dipertanggung jawabkan secara medis. Dalam Al-qur’an, asal-usul manusia secara biologi dijelaskan dalam firman Allah, yaitu:
            “Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia itu dari sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang simpan) dalam tempat kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, pencipta yang paling baik. “[13]
            Dari ketiga asal-usul penciptaan manusia manurut agama Islam di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa, Islam memandang manusia secara subtantif terbagi kedalam 2 hal, yaitu subtansi materi (badan) dan subtansi immateri (jiwa).[14]
3.3 Kesimpulan
            Disini kita bisa menyimpulkan bahwa manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, dengan demikian Allah menciptakannya dengan memiliki akal fikiran.  Manusia ada karena ia diciptakan, bukan karena ketidaksengajan          lalu berevolusi menjadi kondisi yang sempurna.
4.4 Referensi
1.Yahya Harun, “Keruntuhan Teori Evolusi”, Dzikra penerbit buku-buku islami, Bandung, 2004.
2. Green Jen , “Jejak Sejarah Sains Evolusi” , penerbit pakar raya, bandung 2006.
3. http://al-ihtisyam.blogspot.com diakses pada 17/11/2015. Pukul 21.44 WIB
4. https://id.m.wikipedia.org.com diakses pada 18/11/2015 pukul 05.15 WIB
5. https://kisahasalusul.blogspot.com diakses 18/11/2015. Pukul 06.14 WIB
6. Al-qur’an Al-karim.


[1] Teguh
[2] HARUN YAHYA, “Keruntuhan teori Evolusi”, Dzikra penerbit buku-buku islami, Bandung, 2004. Hal-10.
[3] https://teorievolusi.wordpress.com diakses pada 16/11/2015, pukul 13.20 WIB.
[4] Fosil adalah sisa-sisa atau jejak hewan, tumbuhan, atau organisme lainnya yang pernah hidup dan telah lama mati.
[5] Jen green “jejak sejarah sains EVOLUSI “ penerbit pakar raya, bandung 2006. Hal 4-5.
[6]HARUN YAHYA, “Keruntuhan teori Evolusi”, Dzikra penerbit buku-buku islami, Bandung, 2004. Hal 12.
[7] HARUN YAHYA, “Keruntuhan teori Evolusi”, Dzikra penerbit buku-buku islami, Bandung, 2004. Hal 145.

[8] (Qs 56 : 57-59 )
[9] http://al-ihtisyam.blogspot.com diakses pada 17/11/2015. Pukul 21.44 WIB
[10] https://id.m.wikipedia.org.com diakses pada 18/11/2015 pukul 05.15 WIB
[11]Q.S Al-baqarah, ayat: 30.
[12]Q.S. An-Nisa, ayat: 1.
[13] Q.S Al-Mu’minuun, ayat: 12-14.
[14] https://kisahasalusul.blogspot.com diakses 18/11/2015. Pukul 06.14 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

bila ada masukan atau saran, silahkan tulis dikolom komentar.














Analisis Undang-Undang Perlindungan Konsumen - Jurnal Hukum Ekonomi Syariah

Analisis Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Pasal 8 Ayat (1) Alexander Dzulkarnaen 1 1 Jurusan Hukum Ekonomi Syari...